Harga Pertamax Naik per 11 Juni 2026, Simak Daftar Harga BBM Terbaru dan Dampaknya bagi Masyarakat

Pemerintah melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Kenaikan ini terutama terjadi pada produk Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95, sementara BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan pada harga sebelumnya.

Daftar Harga BBM Terbaru

Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku per 11 Juni 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia:

Jenis BBMHarga SebelumnyaHarga Baru
PertaliteRp10.000/literRp10.000/liter
PertamaxRp12.300/literRp16.250/liter
Pertamax Green 95Rp12.900/literRp17.000/liter
Pertamax TurboRp20.750/literRp20.750/liter
BiosolarRp6.800/literRp6.800/liter
DexliteRp23.000/literRp23.000/liter
Pertamina DexRp24.800/literRp24.800/liter

Kenaikan terbesar terjadi pada Pertamax yang naik sekitar 32,1%, dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik sekitar 31,8%, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Alasan Kenaikan Harga

Menurut Pertamina, penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah dan mempertimbangkan kondisi pasar energi global. Kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir turut memberikan tekanan terhadap biaya penyediaan BBM non-subsidi.

Selain itu, pemerintah juga menghadapi peningkatan beban subsidi energi yang dilaporkan melonjak lebih dari 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong penyesuaian harga BBM non-subsidi.

Dampak bagi Masyarakat

Kenaikan harga Pertamax diperkirakan paling dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi kelas menengah yang selama ini mengandalkan BBM RON 92 tersebut. Banyak pengguna sepeda motor dan mobil pribadi harus mengalokasikan anggaran transportasi yang lebih besar setiap bulannya.

Meski demikian, pemerintah menilai dampak terhadap inflasi nasional akan relatif terbatas karena produk yang mengalami kenaikan merupakan BBM non-subsidi dan tidak menjadi bahan bakar utama transportasi umum.

Pertalite Tetap Menjadi Pilihan Utama

Di tengah kenaikan harga Pertamax, pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta memastikan akses terhadap energi yang terjangkau bagi sebagian besar pengguna kendaraan bermotor di Indonesia.

Kesimpulan

Per 11 Juni 2026, Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada harga BBM non-subsidi, terutama Pertamax dan Pertamax Green yang naik lebih dari 30 persen. Meskipun Pertalite dan Biosolar tetap stabil, perubahan ini diperkirakan akan meningkatkan biaya transportasi bagi pengguna BBM non-subsidi dan menjadi salah satu isu ekonomi yang paling banyak diperbincangkan masyarakat pada pertengahan tahun 2026.

Artikel Lainnya

Kembali ke Atas

Lokasi Kami

Temukan dan kunjungi outlet kami dengan mudah

Terhubung dengan kami

Kami senantiasa terbuka untuk menjalin hubungan dengan individu maupun pihak yang memiliki visi dan semangat yang sama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.

Kontak Kami

Hubungi Manis Karya Group atau temukan kontak kami dari berbagai cabang dan bisnis kami.

Kontak Kami